Minggu, 13 Juli 2008

Riwayat Donat

Hehe, Mari sekarang kita membaca Artikel tentang Riwayat Donat

Bukan, bukan gw, maksudnya Donat yang bener-bener bisa dimakan, gw benernya juga bisa dimakan, tapi itu kanibal namanya(Jadi Inget Dialog Willy Wonka)

Maaf, cuma kopi paste, soalnya gw gak mau mengotak-atik sejarah, Jas Merah, Jangan pernah lupakan Sejarah(Ga nyambung Gitu loh)

Riwayat Donat
Saat hendak mengunjungi sanak saudara, biasanya sering terbersit keinginan membawa oleh-oleh penganan kecil. Membuat sendiri sering merepotkan. Pilihan yang ditempuh adalah membeli jajanan. Sejak gerai donat banyak dibuka di kota-kota besar, bahkan sudah sampai ke pelosok, dan kini kian mudah ditemukan, penganan ini pun menjadi salah satu pilihan. Donat, makanan kecil bercita rasa manis itu telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi oleh-oleh.

Penganan ini telah melampaui perjalanan panjang di seluruh dunia. Meski tiap negara memiliki sejarah masing-masing tentang penganan ini, tapi tampaknya hampir semua orang langsung setuju bahwa roti goreng manis dengan lubang di tengah ini disebut sebagai donat.

Sebelum ada istilah donat di Inggris, awalnya orang biasa membuat roti dengan meneteskan adonan ke sup atau air mendidih untuk mendapatkan sepotong roti yang lezat. Sementara orang Belanda dan Jerman menggunakan minyak mendidih untuk membuat roti goreng yang mereka sebut sebagai olie-koecken. Orang Belanda membuat bentuk-bentuk unik dari adonan kue sebelum digoreng dan melumuri kue goreng mereka dengan bubuk gula untuk memberi cita rasa istimewa pada kue ini.

Kaum puritan menemukan kelezatan kue ini saat mereka tinggal di Belanda. Merekalah yang membawa ke Amerika. Tapi mereka terkejut ketika menemukan bahwa ternyata orang asli Amerika juga telah memiliki kebiasaan mengonsumsi roti ini.

Donat biasa diasosiasikan dengan kegiatan dan perayaan selama liburan. Orang Belanda dan Jerman menjadikan donat sebagai makanan spesial untuk Natal. Semula masing-masing daerah memiliki nama sendiri-sendiri. Misalnya di Prancis dikenal beignets, sementara di Jerman dikenal nama fastnachtkuches atau makanan kecil untuk malam hari.

Jika dulu donat hanya berbentuk bulat, tiba-tiba tradisi membuat donat berubah total. Orang lebih senang dengan donat yang memiliki lubang di dalamnya. Ada yang mengatakan tradisi donat berlubang ini dimulai di Jerman. Sebelum donat, orang Jerman telah memiliki kue berbentuk cincin yang mereka sebut sebagai jumble. Kata jumble berasal dari kata gimbel sebutan untuk dua jari tangan yang membentuk cincin. Ada anggapan dari sinilah donat berlubang mulai mendapatkan pengaruh.

Tapi orang Amerika punya pandangan berbeda. Mereka menganggap lubang di donat ada hubungannya dengan seorang tokoh bernama Mason Crockett Gregorry yang membuat donat berlubang pada 1847. Alasannya? Sederhana saja. Ia benci makan donat yang tak matang bagian tengahnya. Meski mungkin ini adalah ide Gregory, justru John Blondell lah orang yang pertama kali mendapatkan paten untuk potongan donat ini pada 1872.

Kenyataan lain yang perlu dicatat adalah ternyata donat yang semula hanya dianggap sebagai makanan kecil, ternyata berkembang sebagai makan pagi. Ini terjadi pada masyarakat petani New England, yang menjadikan donat sebagai makan pagi mereka.

Bagaimana halnya dengan Indonesia? Masyarakat Indonesia telah mengenal makanan ini sejak beberapa tahun lalu. Bahkan sejak 1980-an, terjadi tren mengonsumsi donat sejak Dunkin Donut muncul di Indonesia. Cita rasa donat juga semakin beragam, karena mudahnya penganan ini diisi berbagai jenis selai atau kombinasi. Mulai dari cokelat, selai stroberi dan sebagainya. Malah di Filipina Anda bisa menemukan donat dengan cita rasa mangga dan ubi.

Hal-hal Unik Seputar Donat

  • Menurut Guinness Book of Records, rekor makan donat paling banyak diraih oleh John Haight. Ia telah menghabiskan 52 ons donat hanya dalam waktu 6 menit pada 1981.
  • Dalam salah satu ekspedisi ke kutub selatan, Admiral Richard Byrd membawa serta 100 tong tepung donat, yang cukup untuk konsumsi donat selama dua tahun.
  • Legenda menyebutkan bahwa donat mulai menjadi tren ketika artis Mae Murray secara tidak sengaja menjatuhkan donat yang dipegangnya ke dalam cangkir kopi di Lindy Deli, New York City.
  • Orang Amerika rata-rata mengonsumsi 10 miliar donat setiap tahun.

  • Kapten Penemu Lubang Donat

    Apa beda roti dengan donat? Agak sulit menjawabnya, apalagi dari segi rasa. Manis dan empuk bukan jawaban yang sangat tepat, karena keduanya sama-sama memiliki ciri ini. Agar lebih mudah banyak orang yang mendefinisikan donat dan membedakannya dengan roti biasa dengan lubang yang ada di tengah donat. Bahkan ada yang mengatakan bukan donat kalau tak berlubang.

    Padahal pada perkembangannya di sejumlah toko yang mengklaim hanya menjual donat kita juga bisa menemukan donat-donat tanpa lubang. Ini toh tak mengurangi kelezataannya. Tapi siapa yang pertama kali melubangi donat. Ada kisah bahwa dahulu kala donat tak bedanya dengan roti biasa. Yang membedakan hanya pengolahannya, jika roti biasa dipanggang, maka donat cukup digoreng.

    Tapi perubahan terjadi di abad ke-19. Satu kali, seorang kapten asal Maine, bernama Hanson Gregory, sedang asyik menikmati sepotong kue donat di dek kapal. Tiba-tiba badai besar datang menghantam badan kapal. Sebagai seorang kapal ia mesti bertanggung jawab penuh pada keselamatan kapal. Maka ia membutuhkan kedua tangannya untuk mengendalikan kemudi.

    Tapi tampaknya ia tak ingin kehilangan donat yang sedang dinikmatinya. Agar tak kehilangan keduanya, si Kapten menancapkan donat yang dimakannya di salah satu pegangan kemudi. Ide inilah yang kemudian mengawali sejarah donat berlubang.

    Untuk mengenang si Kapten, saat ini di Clam Cove, Maine, dibangun sebuah prasasti sebagai lambang penobatan si Kapten Hanson Gregory sebagai penemu lubang donat.

    Sumber: www.korantempo.com

    *Bonus

    Foto-foto yang bikin Lapar:
    Mau Beli Donat?

    Atau Mau BikinDonat Sendiri?
    Suka Donat Ala Chief Perancis?Atau Donat Jco?
    We Love's Donat


    8 comments:

    diana bochiel mengatakan...

    ya oloh...panjang amat postingannya..
    bagus siii cocok lo jd tukang donat huehehehehee....doh jadi laper liat donat2nya....

    lam kenal..

    OQ_123phoenix mengatakan...

    Haha, maaf kepanjangan, ah, mending gw jadi konsumen donat daripada produsen donat(soalnya konsumen yang mengkonsumsi, sedangkan produsen cuma bisa liat donatnya dimakan orang aja)

    miTadRiani mengatakan...

    hehehe~ buat laper aja.. thx infonya!^^ slm kenal

    q-mphes mengatakan...

    duh,buka blog lo langsung laper nie
    tp...bnr kata diana tuh
    pantes dah lo jd tukang donat,huehehhehe

    OQ_123phoenix mengatakan...

    Uh, kalian pasti bersengkongkol buat menjadikan gw tukang donat, pasti! pasti! pasti kalian pingin makan enak tapi murah sehingga bersekongkol buat menjadikan gw tukang donat, pasti! pasti!

    sachnaz zhenn mengatakan...

    wohoo ngliat jco jadi pengen mamam jco...ahahaa ;)

    phie mengatakan...

    mo komen tp ga jadi hihihi :P

    miaowzie mengatakan...

    wew... hati2 sama donat... ada donat yang "tahan lama" ada juga donat yang 2 hari-3 hari sudah "lemas"...